Tadi sore menjelang malam pas gue lagi di Pasar Minggu yang terkenal macet, gue ngeliatin sepanjang jalanan yang pinggirnya kali. Gue Cuma diem ngeliatin jalan sampe mata gue bener-bener bosen ngeliatin orang jualan vcd bajakan. Tapi tiba-tiba mata gue seger lagi (setengah melek) pas ngeliat benda bulat warna ijo lumut ke coklatan yang punya duri gede-gede. Tak lain tak bukan, duren atau dalam Kamus Bahasa Indonesia Lengkap disebut Durian.
Sebenarnya gue bukan maniak durian yang kalau ngeliat durian aja bawaannya pengen makan sampe berton-ton. Gue tipe orang yang menganggap sesuatu biasa-biasa aja (kecuali beberapa hal). Malahan untuk urusan durian gue adalah satu dari sekian ribu orang yang menentang kehadiran durian di muka bumi. Karena menurut gue durian itu ganggu banget. Selain karena banyak durian palsu yang rasa manisnya aneh, durian juga bikin mulut orang yang habis memakannya bau minta ampun.
Kebanyakan maniak durian, kalau gue perhatiin, pasti perutnya buncit-buncit. Termasuk salah seorang juragan durian yang punya kebun durian berhektar-hektar. Menurut gue, perut maniak durian buncit karena durian bisa bikin asam urat dan kolestrol naik. Gue gak tahu orang yang punya asam urat dan kolestrol tinggi perutnya buncit semua atau enggak. Yang jelas, secara logika, durian punya lemak cukup tinggi.
Balik lagi ke perjalanan gue di sepanjang jalan Pasar Minggu. Biar udah sering ngelewatin pasar minggu, gue gak tahu kenapa pasar minggu namanya pasar minggu. Apa karena setiap hari minggu jalanan ini penuh dengan pasar? Yang jelas gue gak pernah merhatiin. Dan gue gak mau ngebahas nama jalan lebih lama lagi. Karena katanya kalau kita kelamaan ngebahas sesuatu akan timbul penyakit bahasgatalinus.
Durian. Durian yang gendut. Yang gak boleh ada di rumah sakit, hotel, dan pesawat. Karena baunya minta ampun. Gue adalah salah seorang korban durian palsu. Yang pas gue coba rasanya, ANEH BANGET!!
Bokap gue termasuk maniak durian. Biarpun gue dan nyokap gak ngebolehin bokap buat makan durian karena bokap gue punya kecenderungan asam urat dan kolestrol tinggi (plus ketagihan). Dia juga gak begitu peduli pada asam uratnya yang tinggi, yang penting di mulutnya durian itu berjuta rasanya.
Adeknya nenek gue (yang masih termasuk nenek gue) salah satu contoh maniak durian stadium tinggi kategori usia lanjut. Karena umurnya sudah menjelang 70 tahun, tapi dia seseorang yang nekat memakan durian segala jenis tanpa khawatir hasil lab asam uratnya tinggi atau enggak. Dia bersabda, “Orang yang doyan durian itu wong gendeng.”
Gila, segitu nge-fansnya orang terhadap buah bunder berduri itu. Gue pernah sampe pusing karena bau durian di kulkas gue gak hilang-hilang yang mengakibatkan es krim haagen-dazs rasa green tea gue terkontaminasi. Dan mbak gue sempet muntah-muntah karena bau durian nempel di bajunya.
Setelah mobil hitam gue selesai menyusuri jalan pasar minggu, mobil gue meneruskan ke lenteng agung. Suatu pemandangan di pinggir jalan yang aneh bagi gue. Karena di warung tenda itu tertulis : SEDIA DUKU MANIS 100% ASLI DAN MANIS. Tapi yang aneh adalah tempat itu udah jelas-jelas niat mau jualan duku tapi di mejanya malah tersedia berpuluh-puluh buah durian yang gede banget. Sejauh mata gue ngeliat gak ada sebijipun duku yang ada diatas meja itu.
Ok, gue memastikan ada berapa orang di rumah gue yang termasuk maniak durian Gue mengkategorikan orang-orang yang maniak durian itu kedalam beberapa kategori berdasarkan kegilaannya makan durian dan usia. Berikut kategorinya menurut penelitian gue selama satu jam lebih lima detik :
1. Maniak durian stadium awal. Biasanya terjadi pada usia muda dimana dia masih baru mencoba durian dan masih ketagihan dalam batas normal.
2. Maniak durian stadium 1-3. Ini sudah termasuk ketagihan dalam batas sedang menuju tinggi alias kelewatan. Sudah mulai terasa pegal pada persendian terutama yang menderita kecenderungan asam urat.
3. Maniak durian stadium lanjut. Kalau yang ini sudah parah. Bahkan ia dapat makan durian beberapa buah dalam sehari. Walaupun bukan musimnya durian. Biasanya perut tampak buncit pada beberapa orang.
4. Maniak durian stadium parah banget gak ketolongan atau disingkat MDSPBGK. Gejalanya adalah matanya mendelik dan langsung loncat-locat pas ngeliat durian. Dan biasanya memegang prinsip “Makan durian sampai akhir waktu.”
Itu empat kategori maniak durian. Gue gak termasuk di empat kategori itu. Di rumah, yang suka makan durian cuma bokap dan supir bokap. Sedangkan yang lain enggak suka bahkan benci. Gue mengkategorikan bokap gue dan supir bokap sebagai maniak durian stadium 1-3. Tapi keadaan keduanya sudah mulai membaik (haha! Sok gue).
Ini saran gue pada kalian semua yang baru mau mencoba durian atau yang sudah mencoba makan durian : buat yang suka jangan berlebihan karena bisa berakibat fatal pada usia senja dan pada kecantikan, dan buat yang gak suka menurut gue pertahankan ketidaksukaanmu pada durian. Itu akan menyelamatkanmu.
Sabtu, 08 Maret 2008
Durian
Diposting oleh Keshia Deisra di 04.58
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar