THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Kamis, 03 April 2008

Outing Ke Studio Republik Cinta

Gue udah dateng di SKC sejak pukul 9.30 pagi. Tapi di dalem SKC belum nampak banyak siswa yang dateng. Hanya satu dua siswa aja yang udah dateng, selebihnya hanya orang umum aja. Gue kira kita semua harus kumpul di SKC pukul 10, ternyata salah informasi. Kata Kak Rere yang bener jam 11. Jadilah gue dan Tessa hanya diam menunggu selama 2 jam lebih.

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Setelah semua siswa berkumpul, kita harus segera masuk ke bis karena sekarang udah pukul 12 siang. Sebagian siswa SMA berangkat sendiri ke lokasi outing. Jadi yang naik bis hanya siswa SMP, tutor, dan beberapa siswa SMU. Karena bis yang kita tumpangi gak muat, akhirnya gue, Tessa, dan Margareth memutuskan untuk naik mobil sendiri.

Perjalanan dari SKC ke studio Republik Cinta yang berlokasi di Pondok Indah gak memakan waktu lama, cuma kurang lebih 10 menit. Ternyata tempatnya gak sulit dicari. Saat kita tiba nampak siswa SMA yang berangkat sendiri lagi duduk-duduk di tanah kosong di depan studio. Setelah kita semua udah bener-bener kumpul, akhirnya kita dipersilahkan masuk ke dalam studio republik cinta.

Dari luarnya aja tempatnya udah kelihatan keren. Dan ternyata bener, ruangan di dalamnya lebih keren lagi. Banyak foto-foto artis luar negeri dan foto-foto Ahmad Dhani. Kita sempat menunggu di ruang utama selama kurang lebih 10 menit. Tidak ada tempat duduk, akhirnya kami berdiri saja.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sang maestro musik Ahmad Dhani yang katanya baru aja datang dari Tegal masuk ke ruang utama mengenakan baju berwarna hitam. Kami berada di ruangan ini untuk wawancara seputar pengalaman Ahmad Dhani selama terjun di dunia musik. Kami melakukan tanya jawab. Tadinya sebagian dari kita masih malu-malu kucing untuk bertanya, tapi akhirnya beberapa teman bertanya juga.

Kami dijelaskan mengenai manajemen republik cinta. Bahkan mas Dhani mau berbagi cerita bagaimana awal mula ia terjun ke dunia musik. Dia juga bercerita bagaimana terbentuknya republik cinta. Jatuh bangunnya saat menulis sebuah lagu dan masih banyak lagi yang ia ceritain. Tapi, dia gak bercerita sedikitpun tentang kemelut rumah tangganya yang heboh di infotainment.

Setelah sesi wawancara kita dipisah menjadi dua kelompok. Kelompok SMP dan SMA. Kenapa kita dipisah? Karena ruangannya gak muat kalau semua siswa SMP dan SMA masuk. Akhirnya, kelompok SMA ke lantai atas sementara kelompok SMP menuju ruang editing. Ruangan editing ternyata gak besar. Jadilah kami harus rela sedikit berdesak-desakan. Di ruangan ini, terjadi proses editing untuk suara dan musik. Orang yang mengedit suara ternyata sedang mengutak-atik suaranya Mulan Jameela. Kami jadi tahu ternyata di belakang suara yang false bisa diubah jadi stabil. Dan kita agak iseng menjadikan suara Mulan Jameela jadi sedikit lucu.

Si Kimong makan combro, jangan boong dong bro.

Kita juga tak begitu lama berada di ruang editing. Biar gak begitu lama, kita mendapat banyak pelajaran berharga. Karena kapan lagi ada kesempatan ngubah suaranya Mulan Jameela coba??

Setelah keluar dari ruang editing, kita tukeran tempat sama siswa SMA. Kali ini giliran kita yang ke lantai atas. Di lantai atas ternyata ruangannya lebih keren. Kalau di ruang bawah lebih banyak foto para legenda-legenda musisi, di lantai atas lebih banyak foto Ahmad Dhani dan keluarga dan artikel-artikel di majalah dan koran yang memuat berita tentang dirinya. Gue sempat ngeliat artikel yang dipigurakan berjudul “SELINGKUH ITU MANUSIAWI” widiih..

Ruangan yang paling mengesankan buat gue adalah ruang kerjanya mas Dhani. Ruang kerjanya keren banget. Mejanya besar berwarna emas. Dan temboknya tentu aja masih bertema merah dengan ratusan foto. Tentunya kita gak boleh ngeberantakin mejanya mas Dhani dong. Dan kayaknya mejanya udah dirapiin dulu sebelum kita datang.

Di luar ruangan kerjanya mas Dhani ternyata lagi ada rapat santai. Tapi adeknya mas Dhani yang namanya mbak Dian berbaik hati mau nyempetin waktu buat sedikit menjelaskan marketing dan manajemen republik cinta ke kita. Mbak Dian menjabat sebagai Dirut-nya republik cinta. Dan katanya repubik cinta masih akan terus mencari calon-calon artis. Hayoo, ada yang mau daftar menjadi the next Dewi-dewi?

Setelah itu kita masuk ruangan editing buat video. Orang-orang di dalam ruangan itu lagi ngedit video clip Mulan Jameela. Nah, mulai dari ruangan ini anak-anak udah mulai pada mencar. Dan kami terpecah-belah kelompoknya seperti kapal Titanic.

Oke, gue tahu sekarang apa yang membuat gue sedikit resah. Gue keringetan. Kenapa keringetan? Karena gue baru sadar kalau ternyata di ruangan sebesar itu AC-nya cuma satu-dua!!! Gilaa, kebayang kan panasnya.

Biar keringetan juga gak apa-apa. Yang penting gaya. Sekarang sesi paling menarik buat gue. It’s time to narsis! Kalau tadi narsisnya cuma bareng temen-temen sekarang narsisnya sama mas Dhani dong.. Hehe.. tetep aja mas Dhani dagunya gak bisa turun, naik terus!

Dagu naik terus dari tadi = sombong euy!

Sekali lagi, gak apa-apalah. Nah, sekarang kak Seto sama kak Minuk (anaknya kak Seto) udah dating. Dan kak Seto nampak tak nge-rock sedikitpun karena kak Seto begitu setia pada baju batiknya. Udah deh, kita semua kumpul bareng lagi di lantai bawah dan kali ini sedikit berbincang dengan maestro musik dan maestro pendidikan.

Duet maut sedikit nge-rock pun terjadi. Kak Seto nyanyi Munajat Cinta. Dan you know what happen? Kak Seto nampak sedikit menge-rock kan suaranya yang dalam menjadi sedikit sangar khas rock. Unfortunately gak berhasil.

Nyanyi bareng selama 2 menit agaknya nyapein juga. Soalnya nyanyi bareng kak Seto jadi agak lambat, malah jadi kayak nyanyi Si Komo (bikin macet!). Dan gue daritadi tetep aja motret sana sini karena gak mau kehilangan momen istimewa ini.

Aaahh.. akhirnya kegiatan outing yang tadinya dijadwalkan sampai jam lima berakhir lebih cepat yaitu jam 3.40. Gue sih seneng-seneng aja. Abis gue gak betah karena panas banget.
Yasudlah, begitu kita keluar dari studio dalem ada si El lagi nonton TV sambil nutupin muka. Pinter banget itu anak. Diajarin apa coba sampai bisa nonton sambil tutup muka!

Oke, gue akhirnya pulang naik mobil gue sendiri. Mamanya Dimas, tante Ita, numpang sampai perempatan pondok indah buat balik lagi ke SKC. Gue anterin aja.

You know apa yang paling precious dari outing kali ini?
Gue dapet pengalaman yang anak sekolah formal gak ngedapetin.

Info tambahan : gosipnya, sebelum anak HSKS dating, si Mulan ada di studio tapi karena tahu ada infotainment dateng dan banyak orang dia kabur ke rumahnya di sebrang studio.

Info tambahan kedua : Kalau gue perhatiin, kayaknya ada beberapa anak SMA sama SMP yang gak masuk deh. Gue curiga para ibu mereka melarang mereka ke studio republik cinta dengan alasan yang sama sekali tidak logis : IBU MEREKA BENCI AHMAD DHANI.

Info tambahan ketiga : Dari awal kita udah di-shoot sama kamera. Tapi gue pikir itu kamera dari HSKS, tapi ternyata bukan. Itu kamera Go Spot sama Hot Shot. Gue sih masa bodo’. Abis keseringan ngeliat kamera semenjak di HSKS. Baidewei, ada yang ngeliat gue di Go Spot?

Info tambahan keempat : Ini yang bikin gue seneng. Orang-orang yang kerja disitu kayaknya dari awal kita dateng sibuk nunjukin toilet buat gue sama Tessa yang udah kebelet dari SKC. Karena dua toilet luarnya anjrit kotor banget, kita berdua spesial dipersilahkan pipis di toiletnya Dewi-Dewi. Dan Margareth nampak tak mau rugi, di bawa kamera buat foto-foto di toiletnya Dewi-Dewi!

0 komentar: